karyajurnal.com

media online

Aksi Peduli, Kemendagri, TP PKK Pusat, dan OASE KIM Salurkan Bantuan 

Aksi peduli

 

FLORES TIMUR – Aksi peduli, Kemendagri bekerjasama dengan TP PKK pusat dan OASE KIM menyalurkan bantuan untuk pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur.

Selain itu, bantuan juga diberikan kepada korban bencana puting beliung di Desa Ilepadung di kabupaten setempat, aksi peduli ini dilaksanakan pada Rabu, 25/1/2024 sampai dengan Kamis, 25/1/2024.

Adapun jumlah bantuan yang dibawa ke lokasi pengungsian meliputi 200 boks susu (sekitar 32.000 saset susu bubuk), 4.000 masker, 1.000 paket peralatan mandi (pasta gigi, sikat gigi, sabun, sampo, sisir), 1.000 paket peralatan makan (gelas plastik, piring plastik, sendok), 1.500 baju kaos gebrak masker, 50 kasur busa, 100 selimut ukuran 120×180 cm, 100 ember, 100 gayung, dan 200 kantong sampah (trashbag). Selain itu juga disalurkan paket bahan makan untuk dapur umum berupa sayur-sayuran, bumbu dapur, telur, gula, garam, kecap, dan bumbu masak.

Lokasi pertama yang menjadi fokus penyaluran bantuan berlokasi di Posko Pengungsian Boru yaitu SD Kristen Kemiri. Penyerahan bantuan ini didukung juga oleh Direktorat Manajemen Penanggulangan Bencana Kebakaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil), dan Ditjen Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kemendagri.

Ketua Bidang IV TP PKK Pusat Safriati Safrizal turut hadir menyerahkan bantuan secara langsung kepada para pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki dan korban bencana puting beliung di sana. Penyaluran bantuan disaksikan langsung oleh Penjabat (Pj.) Ketua TP PKK Provinsi NTT, Pj. Bupati Flores Timur, dan unsur dari pemerintah daerah (Pemda).

Safriati Safrizal menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki dan puting beliung di Desa Ilepadung. Di saat seperti ini, tentunya para pengungsi membutuhkan bantuan untuk menunjang kegiatan sehari-hari pascabencana.

Lokasi penyaluran bantuan selanjutnya berlokasi di SMP Wulanggitang, dengan rincian bantuan yang disalurkan meliputi: susu, masker, kaos, paket perlengkapan mandi, paket perlengkapan makan, selimut, kasur busa, ember, dan gayung. Pelaksanaan penyerahan bantuan hari pertama berlangsung dalam kondisi cuaca ekstrem berupa hujan dan angin kencang di lokasi pengungsian.

Aksi peduli dilanjutkan keesokan harinya, Kamis (25/1/2024), berlokasi di Posko Pengungsian Konga. Lokasi pertama yang dikunjungi bertempat di Posko Baru dan lokasi kedua bertempat di Desa Bokang. Terdapat 77 orang anak usia 2-5 tahun dan 11 orang ibu hamil pada lokasi ini.

Pembina OASE Ibu Iriana Jokowi beserta segenap anggota OASE KIM yang diketuai oleh Tri Tito Karnavian memberikan banyak perhatian kepada pengungsi, khususnya ibu dan anak-anak agar tetap terjaga nutrisinya dan mendapatkan susu selama di pengungsian.

Adapun total bantuan susu yang diberikan oleh OASE KIM sebanyak 200 boks susu (32.000 saset) yang didistribusikan ke beberapa lokasi melalui 4 titik posko, yaitu Posko Boru di SD Kristen Kemiri, SMP Wulanggitang, Posko Boru di Desa Konga, dan Posko di Desa Bokang.

Selain ke lokasi pengungsian, didistribusikan juga bantuan bahan makanan dan bumbu dapur kepada Dapur Umum di beberapa lokasi di Posko Boru dan Posko Konga. Bantuan yang didistribusikan berupa: telur, gula, ikan cakalang segar, kentang, kol, wortel, labu, bawang bombai, ikan teri, bumbu instan, kecap, garam, bumbu dapur, dan teh bubuk.

Selanjutnya pada Desa Ilepadung, Kecamatan Lewolema yang mengalami bencana angin puting beliung, TP PKK Pusat dan Kemendagri menyerahkan bantuan berupa: kasur, selimut, diaper, telur, beras, mi instan, gula, dan minyak goreng.

Sebagai informasi, jumlah pengungsi menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) per tanggal 23 Januari 2024 sebanyak 6.302 jiwa. Para pengungsi tersebar di beberapa kecamatan, dari Kecamatan Wulanggitang, Titehena, Demonpagong, Ile Bura, Larantuka, Ile Mandiri, Solor Barat, serta Kabupaten Sikka. (BKT/RLS)

 

Baca Juga “Kendalikan Inflasi, Mendagri Ingatkan Pemda Lakukan Intervensi Kebijakan”

Puspen Kemendagri