karyajurnal.com

media online

Pake Dokumen Palsu, Seorang TKI Diberangkatkan ke Luar Negeri

Sindikat Pemalsuan Dokumen TKI

Kantor Imigrasi kelas I Non TPI Bogor

 

BOGOR -Terungkap kembali, dengan dokumen palsu seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Bogor, dengan inisial NM (Neng Massadiah) diberangkatkan ke luar negeri.

Dari hasil temuan oleh wartawan media online www.karyajurnal.com, data salah satu dari korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang bernama NENG MASSADIAH dengan nomor paspor C9969831, bahwa tanggal lahir tidak sesuai dengan yang tertera di paspor tersebut.

Tanggal lahir yang tertera di Kartu Tanda Penduduk (KTP) si korban adalah 04 Juni 1979, sedangkan yang tertera di paspor ialah tanggal 04 Juni 1985. Dalam data tersebut jelas telah terjadi pemalsuan kelengkapan dokumen pribadi,

Untuk mengkonfirmasi data tersebut, maka kantor Redaksi Media Online www.karyajurnal.com telah mengirim surat ke kantor imigrasi kelas I Non TPI Bogor dengan Nomor 056/RED_MKJ/Kanim_Bogor/I/2024, pada hari Senin, 22 Januari 2024.

Setelah kantor redaksi menerima surat balasan melalui email dari  kantor imigrasi kelas I Non TPI Bogor dengan Nomor W.11.IMI.IMI.3-UM.01.01–0445, memberikan jawaban “Dengan ini diinformasikan bahwa benar pemohon dengan data tersebut benar pemegang Paspor Republik Indonesia yang diterbitkan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor”.

“Dimana pemohon melampirkan KTP, Paspor Lama, disertai Akta Kelahiran, Kartu Keluarga dan Surat Keterangan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Bandung Barat saat pengajuan permohonan pembuatan Paspor sesuai SOP,” Lanjut isi surat kantor imigrasi kelas I Non TPI Bogor dengan Nomor W.11.IMI.IMI.3-UM.01.01–0445.

Dalam surat balasan tersebut di point yang ke empat (4) di jelaskan, bahwa tanggal lahir NENG MASSADIAH di KTP tidak sesuai dengan tanggal lahir pada Paspor terkini karena mengikuti data pada Paspor lamanya yang diterbitkan tahun 2015 serta Akta Kelahiran dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Bandung Barat sesuai permintaan pemohon. Adapun hasil wawancara pemohon mengajukan penggantian Paspor untuk wisata dan memohon agar paspornya sesuai dengan akta lahir dan paspor lamanya.

Dari point tersebut diatas, bisa dikatakan bahwa pejabat imigrasi Kelas I Non TPI Bogor telah lalai dalam menjalankan tugasnya, dan bisa diatur oleh si pemohon paspor.

Dengan demikian, jelas bahwa adanya dugaan dan indikasi pemalsuan dokumen, paspor, dan dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang melibatkan oknum pejabat Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor.

Perlu di ingat bahwa Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya di seluruh tingkatan, diminta untuk segera menindaklanjuti adanya dugaan sindikasi pemalsuan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang melibatkan petinggi di jajaran Direktorat Imigrasi. (RED/TIM)

 

Baca Juga “Komisi IX: Sistem Penempatan Satu Kanal Pekerja Migran Terus Dievaluasi”