karyajurnal.com

media online

Kemendikbudristek Lakukan Sosialisasi Perkuat Pencegahan Tiga Isu Kekerasan 

Kemendikbudristek Lakukan Sosialisasi Perkuat Pencegahan Tiga Isu Kekerasan 

Jakarta – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar sosialisasi pencegahan tiga isu kekerasan di lingkungan kerja kepada seluruh pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebanyak 120.850 pegawai di lingkungan Kemendikbudristek yang dibagi ke dalam 26 sesi ini akan mengikuti sosialisasi secara daring melalui Wiyata Kinarya Merdeka Belajar (WKMB).

Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Rusprita Putri Utami, menuturkan pencegahan tiga isu kekerasan dalam pendidikan harus dimulai terlebih dahulu dari kementerian sebagai teladan. “Kita ingin mewujudkan pendidikan pada satuan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Namun untuk hal tersebut, harus dimulai dari hulunya terlebih dahulu yaitu di kementerian. Semua yang ada di kementerian harus menjadi champion atau penggerak dalam upaya mencegah kekerasan,” ujar Rusprita, di Kantor Kemendikbudristek, Jakarta, Selasa (18/7).

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kemendikbudristek, Mustangimah, menyampaikan tujuan dari sosialisasi ini adalah memberikan edukasi kepada seluruh pegawai tentang pencegahan perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi di lingkungan kerja serta memberikan informasi terkait langkah-langkah pelaporan dan penanganan jika terjadi kasus perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi di lingkungan kerja. “Di samping itu, kita juga ingin menguatkan sinergi di internal kementerian dalam melakukan pencegahan perundungan, kekerasan seksual serta intoleransi,” ujarnya.

Mustangimah mengatakan, sesi pertama sosialisasi ini dimulai pada Senin (17/7), dan dijadwalkan akan selesai pada 23 Agustus 2023. Sesi pertama, diikuti oleh 4.404 pegawai yang terdiri dari 1.533 pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal, 355 pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal, dan 2.516 pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK). Pegawai pada Ditjen GTK ini mencakup pegawai pada unit utama dan pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) yaitu Balai Besar Guru Penggerak dan Balai Guru Penggerak yang tersebar di 33 provinsi.

“Sosialisasi yang berdurasi sekitar satu jam ini berjalan lancar dan efektif. Sebelumnya, untuk mempersiapkan pembelajaran pegawai dalam sosialisasi ini telah diuji coba Sistem Manajemen Pembelajaran pada tanggal 4 Juli 2023, dan juga disiapkan dan panduan/tutorial yang mudah diikuti oleh pegawai pemelajar,” tutur Mustangimah.

Adapun media pembelajaran yang digunakan pada sosialisasi ini yaitu Learning Management System (LMS) WKMB Kemendikbudristek dengan model pembelajaran non tatap muka menggunakan bahan ajar video pengantar, video materi, bahan tayang, dan soal-soal test.

Standar kompetensi yang diharapkan dari sosialisasi ini, para pegawai dapat mengemukakan urgensi pencegahan dan penanganan perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi di lingkungan kerja; mencegah perundungan di lingkungan kerja; Mencegah kekerasan seksual di lingkungan kerja; Mencegah intoleransi dan diskriminasi di lingkungan kerja; dan Menerapkan prosedur pelaporan kekerasan di lingkungan Kerja.

Pada sosialisasi ini, Kemendikbudristek menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten di antaranya Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim; Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ratna Susianawati; Ketua Subkomisi Pendidikan, Komisioner Komnas Perempuan, Alimatul Qibtiyah; Tim Ahli Pokja Moderasi Beragama, Kementerian Agama, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid; dan Inspektur Jenderal, Kemendikbduristek, Chatarina Muliana Girsang. (hst)

 

Baca Juga: “Empat Arca Peninggalan Kerajaan Singasari Telah Kembali ke Indonesia