karyajurnal.com

media online

BSKDN Kemendagri Jajaki Kerjasama dengan HPSMI Perkuat Ekonomi Berbasis Potensi Daerah

program kerja sama

 

JAKARTA – Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah menjajaki program kerja sama dengan Himpunan Petani Sejahtera Mandiri Indonesia (HPSMI) guna memperkuat perekonomian Indonesia berbasis potensi daerah.

Kerja sama tersebut meliputi kegiatan pendataan potensi daerah hingga komparatif riset terkait pemanfaatan teknologi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dalam berbagai bidang, khususnya pertanian.

“Tahun ini (2023) kami berhasil menghimpun 28.539 inovasi melalui aplikasi Indeks Inovasi Daerah (IID). Dengan demikian, masing-masing daerah melaporkan sekitar 50 inovasi setiap tahun. Ini menjadi potensi untuk kami melihat daerah mana sebenarnya yang perlu mendapatkan dukungan melalui kerja sama agar mereka berkembang lebih cepat,” ungkap Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo saat memimpin Rapat Kerja Sama dengan HPSMI di Ruang Video Conference Kantor BSKDN, Jakarta, Kamis (18/1/2024).

Lebih lanjut Yusharto mengatakan, daerah memerlukan dukungan dari berbagai pihak untuk mengembangkan potensi lokal yang dimiliki agar menjadi kekuatan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional. Adapun dukungan yang diberikan dapat berupa dukungan teknologi maupun dukungan pengetahuan.

“Dalam pengamatan kami banyak daerah yang ingin berkembang tetapi masih memiliki keterbatasan untuk mengembangkan kapasitas mereka, entah dalam bentuk teknologi yang dibutuhkan atau pengetahuan yang dibutuhkan,” tambah Yusharto.

Dia menambahkan, pertanian menjadi salah satu potensi daerah yang perlu didukung agar perkembangannya tidak tertinggal dari sektor lainnya di Indonesia. Apalagi sebagai negara agraris, masyarakat Indonesia banyak bekerja sebagai petani.

“Pada prinsipnya kita sangat mendorong daerah untuk berinovasi termasuk dalam bidang pertanian. Kami juga sangat mengapresiasi daerah yang mulai memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki,” imbuh Yusharto.

Sejalan dengan itu, Ketua Umum HPSMI Devi Erna Rachmawati mengatakan, pihaknya memiliki komitmen yang sama dengan BSKDN untuk memajukan daerah melalui potensi yang dimiliki, khusunya potensi dalam bidang pertanian. HPSMI, kata dia, memiliki visi-misi membangun ekosistem pertanian yang mandiri menuju masyarakat tani yang sejahtera dan berdaulat.

Dirinya berharap, ke depan pemanfaatan teknologi dalam bidang pertanian akan semakin optimal, sehingga produksi yang dicapai juga semakin meningkat. Kendati demikian, dia menekankan agar pemanfaatan teknologi tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Semua problem-problem di lapangan [terkait pertanian] itulah tugas kita untuk bersinergi untuk berbuat something for food security termasuk dengan pemerintah,” ungkapnya.

Bersama dengan BSKDN, dia berharap dapat menjaring potensi-potensi terbaik daerah dan berbagi pengetahuan agar perkembangan pertanian dan sektor lainnya di Indonesia dapat semakin meningkat.

“Kita bisa melakukan pendataan potensi daerah hingga komparasi riset, apa potensi dari negara luar yang bisa kita bawa ke Indonesia ataupun Indonesia ke negara-negara Eurasia (negara di Benua Eropa dan Asia) dan beragam program yang bisa kita tawarkan lainnya,” pungkasnya. (BKT/RLS)

 

Baca Juga “Kepala BSKDN: 156 Daerah sudah Terapkan Pusat Jejaring Inovasi Daerah”